Minggu, 02 Mei 2010

Tak Masalah Tanpa Ronaldo

NAMA besar Cristiano Ronaldo kini menjadi daya tarik terbesar dari timnas Portugal. Dialah sasaran tembak para bek-bek handal Brasil, Pantai Gading dan Korea Utara di fase grup. Kemungkinan terburuk, tentu saja CR9 bisa terkena cedera parah yang membuatnya harus absen dalam sebuah pertandingan. Meski itu hal yang sangat tak diharapkan, namun Deco yakin, tanpa sang ikon yang juga sekaligus kapten tim, Portuga tetap bisa menuai kemenangan.

“Kami memenangi beberapa partai tanpa dia di dalam tim, itu menandakan kami tak ada masalah. Namun alangkah baiknya kalau dia bisa bermain terus sepanjang turnamen, paling tidak dia bisa memecah perhatian lawan,” sebut Deco. Ia mencontohkan, Manchester United nyaris tak ada masalah tanpa kehadiran Ronaldo, juga Real Madrid yang mampu mengalahkan beberapa lawan meski sang playboy tak ikut merumput. “Mungkin tetap saja ada efek samping, tapi Portugal tidak hanya dia, Portugal juga tidak selalu bergantung pada aksinya di lapangan,” kata Deco. Baginya, pola permainan Portugal saat ini sudah mulai mengadopsi pelepasan ketergantungan dari kaki Ronaldo. Simao, Nani, Joao Moutinho, Tiago dan dirinya menjadi deputi menakjubkan yang tetap membuat dapur serangan Portugal tetap tajam Bahkan secara tersirat, Deco menyebut sang pelatih bisa memberikeyakinan pada tim untuk suatu saat tidak harus bermain tanpa Ronaldo. Bisa saja saat menjajal Korea Utara pada partai kedua, Ronaldo tidak banyak bergerak, untuk mengantisipasi partai keras melawan Brasil. Atau sebaliknya, jika sudah mengoleksi dua kemenangan, bisa saja pemuda kelahiran Medeira itu duduk di bangku cadangan kala meladeni Brasil di partai akhir. (Persda Network/bud)

Kapal Nabi Nuh Ditemukan di Turki


Posted by Gmail Bondowoso. Kapal Nabi Nuh dikabarkan ditemukan di Gunung Ararat Turki. Kapal ini ditemukan dalam keadaan utuh. Namun banyak ahli yang meragukan kapal tersebut.

Penemuan ini sudah dibicarakan di dunia maya sejak beberapa waktu lalu. Di internet disebut bantera Nabi Nuh telah ditemukan di Gunung Ararat, Turki.

Kelompok evangelis, sang penemu, yakin bahwa bangkai kapal yang ditemukan di sisi gunung itu merupakan bagian dari kapal yang disebutkan dalam Al Quran.

Kapal itu dikatakan yang menampung keluarga Nabi Nuh serta berbagai hewan selama kejadian banjir besar pada 4800 tahun lalu.

Namun peneliti yang telah menghabiskan beberapa dekade untuk mempelajari daerah tersebut, membantah penemuan kapal Nabi Nuh itu.

"Anda harus mengeluarkannya dari konteks kitab suci," ujar Paul Zimansky, arkeolog dan ahli sejarah di Srony Book University yang mengambil spesialisasi sekitar wilayah Timur, khususnya wilayah sekitar Ararat, dikenal dengan nama Urartu.

Arkeolog lain, Peter Ian Kuniholm yang fokus dengan Turki selama beberapa dekade bahkan mengatakannya secara lebih langsung laporan penemuan ini adalah "tipuan".

Zimansky menekankan berdasarkan Kitab Suci, Gunung Urartu (atau Ararat) sebagai tempat mendarat dari kapal tersebut, namun tidak disebutkan secara spesifik.

Selama beberapa tahun, Gunung Ararat dengan tinggi 16.946 kaki serta memiliki formasi bebatuan Durupinar yang berbentuk mirip kapal telah menjadi tempat favorit bagi para pencari kapal Nuh ini.

Pihak lain mencari bukti kapal itu di wilayah kejadian banjir yaitu Laut Hitam, Turki, atau Iran.

Laporan dari kemunculan bahtera Nabi Nuh ini setidaknya hadir setiap 2 tahun, serta tidak selalu berada di tempat yang sama.

Laporan terakhir yang diumumkan kemarin menyangkut lanjutan ekspedisi di tahun 2007 dan menemukan struktur "interior gua kayu yang tidak biasa" di kaki lereng Ararat di ketinggian 14.700 kaki.

Penelitian ini dilakukan oleh Noah's Ark Ministries International yang berbasis di Hongkong.

Pemimpin peneliti China-Turki ini mengatakan jenis kayu yang mereka temukan dari struktur di Ararat itu berdasarkan perhitungan karbon diperkirakan berumur 4.800 tahun.(*)

Sabtu, 01 Mei 2010


Diknas Kabupaten Bondowoso meminta kepada para sekolah yang dikategorekan Sekolah Dasar Terpencil/Terbelakang/perbatasan untuk mengajukan tunjangan Khusus yang ada dibawah naungan diknas Kabupaten Bondowoso. Semua sekolah yang dikategorikan mengajukan Tunjangan khusus tersebut. Pemerintah ingin mensejahterakan guru Terpencil/Terbelakang/perbatasan ini semua untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pada Tanggal 21 April 2010 diminta menyetor pemberkasan untuk tunjangan khusus Sekolah Dasar Terpencil/Terbelakang/Perbatasan.ke UPTD masing-masing.

Kamis, 29 April 2010

Seminar “Meningkatkan Kreativitas Guru Dalam Menulis”

Bandung : Seminar “Meningkatkan Kreativitas Guru Dalam Menulis”

Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Barat akan mengadakan kegiatan Seminar menulis bagi para guru dengan tema :

“Meningkatkan Kreativitas Guru Dalam Menulis”

Nara Sumber:
1. Hernowo Hasyim (Penulis dan Editor Buku, CEO Mizan Learning Center)
2. Dra. Ary Widi K.(Guru SMAK BPK Penabur 3 Bandung; Penulis lepas di media cetak)

Hari, Tanggal : Minggu, 9 Mei 2010
Waktu Kegiatan : 07.30 – 12.00 WIB
Tempat: GSG Salman ITB, Jl. Ganesha no 7, Bandung

Susunan Acara:
1. 07.30 – 08.00 : Registrasi Ulang dan Pembukaan
2. 08.00 – 09.00 : Seminar: Manfaat Menulis Bagi Guru serta Upaya Meningkatkan Kreativitas dalam Menulis.
3. 09.00 - 11.30 : Pelatihan menulis dan diskusi
4. 11.30 - 12.00 : Refleksi Kegiatan Pelatihan oleh seluruh peserta dan pemateri.
5. Penutup

Peserta: Kepala Sekolah dan Madrasah beserta guru dari semua jenjang pendidikan.
Jumlah Peserta : Maksimum 250 orang.
Biaya Pendaftaran : Member IGI yang sudah memiliki kartu (Klub Guru/IGI) Rp. 35.000,-/orang, Non Member Klub Guru/IGI : Rp. 40.000,-/orang

Fasilitas:
1. Makalah dari nara sumber
2. Sertifikat
3. Alat tulis : notebook dan ballpoint.
4. Snack

Tempat Pendaftaran dan Kontak Panitia:
1.Manik Indraprasti, telp. 08156118440. Alamat: Jl Kesehatan no. 5, Bandung (sesudah jam kerja)
2.LPP Salman ITB, jl. Ganesha no 7, Bandung. Telp.022-2504186 (jam kerja)
3.Mira, di LPP Salman ITB. Telp. 08572242502.(jam kerja)

Catatan:
1. Masing-masing sekolah boleh mengirimkan lebih dari 1 guru.
2. Setiap guru membawa surat tugas yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah.
3. Panitia tidak melayani pendaftaran pada hari pelaksanaan.

Kelulusan UN Diumumkan 26 April 2010


Kelulusan UN Diumumkan 26 April 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengumuman kelulusan ujian nasional SMA sederajat ditargetkan pada Senin (26/4/2010). Dalam pekan ini, pemerintah akan menyelesaikan pengiriman hasil penilaian UN ke semua sekolah di Tanah Air.

Mungin Eddy Wibowo, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) di Jakarta, Rabu (21/4/2010), menjelaskan bahwa pengumuman kelulusan memang dijadwalkan pada 26 April 2010. "Tetapi kewenangan mengumumkan kepada siswa tetap diserahkan pada kebijakan masing-masing sekolah," ujar Mungin.

Mungin mengatakan, siswa yang tidak lulus bisa langsung mendaftar ke sekolah untuk ikut UN ulangan. Pelaksanaan UN ulangan sendiri akan dimulai pada 10 Mei 2010 dan merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang tidak lulus untuk tetap bisa mendapatkan ijazah kelulusan sekolah formal.

"Nanti, siswa akan ikut UN ulangan bersama siswa lain. Jadi, siswa dari sekolah berbeda akan bergabung di tempat-tempat yang sudah ditentukan," ungkap Mungin.

Pelaksanaan UN ulangan seperti layaknya UN utama. Pada minggu ini, master copy UN ulangan akan didistribusikan ke daerah-daerah untuk dicetak.

Mungin mengatakan, siswa yang tidak lulus UN bisa mengulang sebagian atau semua mata pelajaran UN yang tidak memenuhi nilai minimal. Adapun kelulusan siswa diambil berdasarkan nilai rata-rata 5,5 untuk semua pelajaran.

Rabu, 28 April 2010

kabari flag 2 Khusus: Oei Hui Lan, Wanita Semarang Yang Mendunia (End)

Setelah mengucap salam dan mennyarankan ayahnya supaya membeli mobil dan membuat WC duduk serta air ledeng. Oei Hui Lan dan Wellington Koo meneruskan perjalanan ke China.

Sesampainya di Shanghai mereka disambut meriah. Di Shanghai mereka sempat tinggal di rumah yang disewa oleh kakak sulung Wellington Koo untuk mereka. Tapi Hui Lan tak suka, karena selain ukurannya terlalu kecil, tak ada ledeng dan WC duduk pula.

Akhirnya mereka pindah ke hotel untuk beberapa waktu. Wellington Koo menurut Hui Lan sebetulnya tak setuju. Dia tak ingin menyinggung perasaan kakaknya yang sudah repot-repot menyewakan rumah. Tapi Hui Lan bergeming.

Beberapa waktu kemudian mereka membeli sebuah istana di Beijing, tentu saja dari uang pemberian Oei Tiong Ham, karena gaji Wellington tak mungkin mencukupi kebutuhan Hui Lan. Istana itu dijual murah oleh pemiliknya, US$ 100,000, karena ia takut disita oleh pemerintah. Istana itu dibangun Kaisar pada abad XVII untuk seorang gundik yang paling dicintainya. Di istana itulah kemudian presiden China pertama Dr. Sun Yat Sen meninggal tahun 1925. Hui Lan menghabiskan dana tambahan sekitar US$ 150,000 lagi untuk memperbaiki istana itu. Di istana itu pula putra kedua Hui Lan lahir tanggal 24 Juli 1923 malam.

Oei Tiong Ham meninggal

Setelah tinggal di China, Hui Lan masih sempat beberapa kali mengunjungi Singapura menemui Ayahnya. Suatu ketika Hui Lan mendapat undangan jamuan makan dengan Gubernur Jenderal Singapura, ayahnya yang melihat Hui Lan datang ke Singapura dengan perhiasan seadanya, langsung ke kamar dan setelah itu melemparkan setumpuk perhiasan intan yang besarnya berpuluh puluh karat ke pangkuan Hui Lan.

Yang diundang dalam perjamuan itu semuanya orang Inggris kecuali Hui Lan dan Sir Robert Ho tung dari Hong Kong. Hui Lan mengajak ayahnya. Ayahnya tidak paham bahasa Inggris dan ingin duduk di sebelahnya Hui Lan. Setelah dijelaskan kepada ajudan Gubernur Jenderal, akhirnya jamuan makan malan itu berlangsung lancar. Oei Tiong Ham duduk disebelah Hui Lan.

Hui Lan mengaku masih sekali lagi bertemu Oei Tiong Ham ketika Hui Lan datang ke Singapura untuk melihat pembangunan villa miliknya yang memasuki tahap akhir. Pada waktu itulah Oei Tiong Ham diramal oleh seorang India. Kata orang itu, akan ada musuh yang meracuni Oei Tiong Ham.

Hui Lan khawatir dan mengajak ayahnya meninggalkan Singapura. Tapi Oei Tiong Ham menolak, saat perpisahan di pelabuhan, Oei Tiong Ham sempat berkata pada Hui Lan, “Hui Lan, aku lelah.“.

Hui Lan merasa sedih mendengar perkataan Ayahnya. Hui Lan sama sekali tak menyangka bahwa kalimat itu adalah perkataan terakhir dari Oei Tiong Ham untuk dirinya.

Setelah tiga bulan, Hui Lan menerima kawat dari Tjong Swan. Oei Tiong Ham meninggal dunia. Kabar yang dia terima, ayahnya meninggal mendadak akibat serangan jantung pada 6 Juni 1924.

Bagi Hui Lan, inilah awal masa suram kehidupannya. Hui Lan merasa sangat kehilangan. Sosok Oei Tiong Ham baginya juga sebagai pelindung. Selama ayahnya hidup, Hui Lan bukan Cuma merasa aman dari segi keuangan, tetapi juga selama ada Oei Tiong Ham, tidak seorang pun berani berbuat jahat terhadap Hui Lan dan keluarganya.

Ibunya, Bing Nio, menolak menghadiri pemakaman Oei Tiong Ham. Akhirnya ditemani Wang, sekretaris sekaligus kepala rumah tangga (majordomo) dan seorang pelayan perempuan, Hui Lan berangkat ke Singapura.



Sampai di Singapura, peti jenazah Oei Tiong Ham sudah ditutup. Saat itu banyak orang-orang yang tak dikenal Hui Lan datang. Mereka adalah teman-teman Lucy Ho. Hui Lan menyadari bahwa dirinya sekarang orang luar.

Hui Lan meminta agar jenazah ayahnya diotopsi, apalagi dia ingat betul perkataan peramal yang meramalkan ayahnya akan tewas diracun. Hui Lan curiga Lucy Ho meracuninya. Namun menurut penasihat hukum di Singapura, sebagai anak perempuan almarhum Hui Lan tidak berhak meminta otopsi, kecuali ibunya, Bing Nio.

Diputuskan jenazah Oei Tiong Ham akan dimakamkan di Semarang. Dua anak Oei Tiong Ham yang dipercaya yakni Tjong Wan dan Tjong Hauw yang mengatur semuanya. Jenazah lalu diangkut menggunakan kapal ke Semarang.

Di Semarang, prosesi pemakaman Oei Tiong Ham dilakukan tanpa biksu. Hui Lan sebagai anak istri sah, duduk di kereta pertama pengiring kereta jenazah . Swan, Hauw , dan para putra Oei Tiong Ham dari gundik-gundiknya berjalan di belakang mereka.

Pembagian Warisan

Oei Tiong Ham meninggalkan warisan cukup banyak. Hui Lan mendapatkan warisan yang dijanjikan ayahnya. Ibunya mendapat beberapa juta dollar. Kakaknya, Tjong Lan mendapat satu juta dollar. Sementara perusahaan peninggalan Oei Tiong Ham dibagi tiga antara Tjong Hauw, Tjong Swan dan Lucy Ho. Belakangan Tjong Swan menjual bagiannya itu kepada Lucy Ho dan pindah ke Belanda.


Lucy Ho sendiri menurut kabar yang didengar Hui Lan, meninggal di Swiss akibat kanker. Swan meninggal akibat infeksi gigi yang ditelantarkan. Sementara Hauw meninggal di Jakarta karena serangan jantung tahun 1951.

Bisnis Oei Tiong Ham di Jawa lalu diambil alih Jepang dan sisanya kemudian diambil oleh pemerintah Soekarno.

Menjadi Dubes AS

Dua belas tahun kemudian, tepatnya tahun 1936, Wellington diangkat menjadi dubes China pertama untuk Prancis. Hui Lan menulis dalam bukunya bahwa saat menuju Paris, dirinya meninggalkan banyak harta benda di China. Hui Lan juga juga meninggalkan perhiasan almarhumah isteri pertama Wellington di sebuah bank di Shanghai, dengan maksud akan diberikan kepada putri mereka, Pat, kalau Pat sudah dewasa.

Waktu itu mereka tak berpikir bahwa akhirnya semua ternyata akan amblas oleh pemerintah komunis China.

Tujuh tahun menjadi dubes China untuk Perancis, Wellington pindah tugas menjadi Dubes di London tahun 1943. Hui Lan mengaku berteman baik dengan Menteri Luar Negeri Anthony Eden dan pernah dijamu oleh PM Churchill, kemudian juga oleh PM Attlee. Bahkan mereka pernah diundang jamuan makan oleh Ibu Suri Mary yang kemudian mereka balas dengan menjamunya di kantor kedubes China Di London.


Selama menjadi istri dubes, mereka bisa mengadakan perjamuan mewah semacam itu berkat warisan Oei Tiong Ham karena gaji Wellington yang ‘cuma’ US$ 600 sebulan.

Selama di London itu pula Hui Lan berteman baik dengan Joseph Kennedy, Jr yang kemudian tewas dalam perang. Semasa perang dunia kedua, Hui Lan juga ikut menjadi sukarelawan Palang Merah Inggris di bawah Edwina Mountbatten.

Karier Wellington terus menanjak, tahun 1946 Wellington menjadi dubes China untuk sebuah negara besar yang kala itu memenangi perang dunia kedua, Amerika Serikat.

Kantor kedubes China di Washington sebelumnya adalah rumah milik penemu telepon Alexander Graham Bell. Tetangga sebelah mereka juga adalah seorang konglomerat AS yang kaya raya, Marjorie Merriweather Post. Mereka kerap diundang jika Marjoie mengadakan pesta.

Kemudian Madame Chiang Kai Shek (isteri presiden Cina Nasionalis) juga pernah menjadi tamu di kediaman mereka. Oleh karena suaminya tidak bisa berbahasa Inggris, pemerintah China mengutus madame Chiang yang mendapat pendidikan di AS untuk berpidato di hadapan kongres.

Mereka juga berhubungan baik dengan wakil presiden Richard M. Nixon dan isterinya yang bijaksana itu. Dan sebagai duta besar, Wellington sering diundang dalam acara-acara penting dan formal pemerintah AS. Tentunya Hui Lan juga turut serta. Mereka sempat menghadiri upacara pelantikan presiden Harry S. Truman dan Presiden Dwight D. Eisenhower.

Bing Nio untuk beberepa saat pernah tinggal bersama mereka di Washington, tapi kemudian meninggal akibat kanker di sebuah rumah sakit di New York. Hui Lan menuturkan dia sangat merasa kehilangan ibunya untuk waktu yang lama.

Akhir Dari Semuanya


Tahun 1956, setelah bertugas di Washington selama sepuluh tahun, Wellington ditarik pulang. Ketika itu pemerintah China sudah terbagi dua, Taiwan dan China Daratan, antara nasionalis dan komunis.

Hui Lan memilih tetap tinggal di AS. Dia menyewa sebuah apartemen di Sutton Palace, New York. Anak tirinya, Pat sering datang menemani Hui Lan mengobrol dan untuk mengajarinya memasak. Di apartemen itu Hui Lan tinggal bersama dua anjing peking kesayangannya. Karena Wang ikut Wellington ke China, dua pelayannya memilih bekerja di tempat lain sementara koki mereka membuka restoran.


Suatu kali Hui Lan mengalami peristiwa naas. Seusai pulang dari mengajak jalan-jalan anjingnya, Hui Lan disergap perampok. Dua perampok bule itu mengikat tangan dan kaki Hui Lan. Perampk itu berhasil membawa lari perhiasan Hui Lan yang nilainya kira-kira seperempat juta dollar.


Setelah perang usai, sulit sekali mengurus rumah rumah kami di pelbagai tempat di eropa. Dengan susah payah berhasil juga saya menjualnya, walaupun dengan harga murah. Saya mengagumi Ny. Kung, seorang Methodist yang tabah. Ia menghibur saya,“Apa pun milik kita yang hilang, jika Anda mencintai Tuhan, Anda tidak akan terpengaruh.“

Sejak itu Hui Lan mengaku jarang menjamu dan enggan menghadiri perjamuan. Hui lan masih beruntung karena anak tirinya Pat, dan anak-anaknya patuh terhadap dirinya. Putra sulungnya, berhasil menjadi anggota tentara Angkatan Udara Nasionalis dan berada di Taiwan. Tjong Lan meninggal di New York tahun 1970. Suaminya meninggal setahun sebelumnya.

Hui Lan juga merasa memiliki pertalian emosional dengan Indonesia, tempat dia dilahirkan dan menghabiskan masa kecil. Oleh karena itu, tahun 1968 Hui Lan pernah mencoba berbisnis di Indonesia tetapi bisnis itu gagal.


Di penghujung usianya, Hui Lan menyadari berkenalan dengan kaum ningrat dan orang berduit tidaklah penting. Otak dan kepribadianlah lebih penting. Kita bisa menderita akibat haus kekuasaan, tetapi kita bisa mendapat kesenangan dari sikap hormat, kesederhanaan dan sifat lurus. Kita seharusnya menghargai orang orang lain dan hidup ini, tulis Hui Lan.

Nama Jalan di Singapura

Hui Lan sendiri meninggal dunia tahun 1992, di Amerika. Menurut catatan redaksi majalah Intisari berjudul “Pelangi Cina di Indonesia”, Hui Lan masih sempat menulis kata pendahuluan untuk buku Raja Gula Oei Tiong Ham yang ditulis Liem Tjwan Ling, pada Maret 1978.

Sementara nasib benda-benda peninggalan Oei Tiong Ham di Semarang sudah sulit dilacak. Rumahnya di Jalan Gergaji, Semarang sekarang dijadikan tempat kursus bahasa asing dan komputer, milik keluarga Hoo Liong Tiauw pemilik pabrik plastik Polyplast.

Tjwan Ling Liem, penulis buku "Raja Gula Oei Tiong Ham (Surabaya, 1979) menulis terjadi pengambil alihan aset Oei Tiong Ham di Semarang oleh pemerintah. Lalu sekitar tahun 1975-an, pemakaman Oei Tiong Ham dibongkar, tulang belulangnya di bawa ke Singapura dan diabukan disana. Nama Oei Tiong Ham kemudian diabadikan sebagai nama salah satu jalan di Singapura.

Dari penelusuran Kabari, kongsi dagang Kiang Gwan atau Oein Tiong Ham Concern diambil alih pemerintah pada tahun 1961 melalui keputusan Pengadilan Ekonomi Semarang No. 32/1561 EK.S tanggal 10 Juli 1961 yang lalu diperkuat dengan Keputusan Mahkamah Agung RI No.5/Kr/K/1963 tanggal 27 April 1963.

Perusahan itu berganti nama menjadi PT. Perusahaan Perkembangan Ekonomi Nasional (PPEN) Rajawali Nusantara Indonesia tahun 1964. Lalu berubah lagi menjadi PIE Rajawali Nusindo (1971), dan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) pada tahun 2001.

PT. RNI kemudian memiliki beberapa anak perushaan, salah satu PT Rajawali Nusindo yang kemudian memiliki anak perusahaan lagi, yaitu PT. Putra Rajawali Banjaran (PRB).

Sekedar informasi terkait berita hangat saat ini, di PT. PRB inilah Alm. Nasrudin yang tewas ditembak--kemudian diduga melibatkan ketua Non Aktif KPK Antasari Azhar--duduk sebagai direktur utama. (sumber: Intisari, Pelangi Cina di Indonesia dan berbagai sumber lainnya)

POLRI AKAN PERIKSA SUSNO KETIGA KALI

POLRI AKAN PERIKSA SUSNO KETIGA KALI
Written by Rollit Thursday, 22 April 2010 08:03 PDF Print E-mail

Penyidik Mabes Polri pada Kamis pagi akan memeriksa mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Susno Duadji untuk yang ketiga kalinya.
Jakarta, 20/4 (Antara/FINROLL Automotive) - Penyidik Mabes Polri pada Kamis pagi akan memeriksa mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Susno Duadji untuk yang ketiga kalinya.

"Pak Susno akan diperiksa sebagai saksi untuk kasus Gayus," kata pengacara Susno, Zul Armain Aziz di Jakarta, Kamis pagi.

Zul Armain Aziz mengatakan, Susno akan datang ke Mabes Polri sekitar pukul 11.00 WIB.

Susno telah diperiksa dua kali untuk masalah yang sama yakni pada Selasa (20/4) dan Rabu (21/4).

Pada dua pemeriksaan sebelumnya, Susno selalu menghindari wartawan baik saat datang maupun pulang.

Susno selalu datang tidak lewat pintu gerbang depan yang khusus bagi para perwira tinggi dan tamu Kapolri.

Dia datang dan pulang lewat pintu belakang dan samping yang biasa dipakai oleh para kombes, kendaraan operasional, sepeda motor anggota Polri dan pejalan kaki.

Susno juga ganti mobil dan baju saat pulang agar tidak banyak wartawan yang melihat.

Kasus ini bermula ketika staf Ditjen Pajak. Gayus Tambunan menjadi tersangka kasus pencucian uang Rp25 miliar yang berada di rekeningnya.

Di Pengadilan Negeri Tangerang, Gayus divonis bebas.

Polri lalu menemukan kejanggalan dalam penyidikan sehingga Polri mengadakan penyidikan ulang dan menemukan adanya penyimpangan dalam pemberkasan.

Polri membentuk tim penyidik baru dan menetapkan delapan tersangka antara lain Gayus, Andi Kosasih, Sjahril Djohan, Haposan Hutagalung, Lambertus, Alif Kuncoro, AKP Sri dan Kompol Arafat.

Mereka ditahan dengan tuduhan suap, pencucian uang, memberikan keterangan palsu dan penyalahgunaan wewenang.

(S027)/B/A011) (